IPA SD Kelas 5 - Benda dan sifat nya
Bab VI Benda dan Sifatnya
A.Wujud Benda
Berdasarkan wujudnya, benda dibagi menjadi tiga yaitu :benda padat, benda cair, dan benda gas.
1. Benda Padat
Benda padat yang ada disekitar kita contohnya : tanah,batu, kayu,logam,dan buku.
setiap benda yang berwujud padat bentuknya selalu tetap.
2. Benda Cair
Air, minyak, susu, dan kecap termasuk ke dalam benda cair.
Benda cair mempunyai sifat sebagai berikut :
- mengikuti bentuk wadahnya.
- menekan ke segala arah.
- bergerak ke segala arah dari tempat yang tinggi ke tempat yang
3. Wujud Benda Gas
Berbeda dengan benda padat dan cair, gas sulit diamati. Hanya gas-gas tertentu yang dapat
dilihat. Misalnya, asap kendaraan merupakan benda gas yang dapat dilihat.
Udara dan asap merupakan benda yang tergolong benda gas.
B.Perubahan Wujud Benda
1. Perubahan dari Cair ke Padat dan Sebaliknya
Perubahan wujud dari cair ke padat disebut membeku.
Perubahan dari wujud padat ke wujud cair disebut meleleh atau mencair.
2. Perubahan dari Cair ke Gas dan Sebaliknya
Perubahan air dari wujud cair ke wujud gas disebut proses penguapan.
Perubahan air dari wujud gas ke wujud cair disebut proses pengembunan.
3. Perubahan dari Padat ke Gas
Perubahan wujud padat ke wujud gas disebut menyublim.
Benda dapat mengalami lima jenis perubahan,
yaitu: pencairan,pembekuan,penguapan, pengembunan, dan penyubliman.
- A. Sifat Bahan dan Kegunaannya
1. Logam
Logam merupakan bahan yang keras,kuat, tahan panas, dan dapat menghantarkan panas dengan baik. Contoh jenis-jenis logam antara lain:
a) aluminium,
b) besi, dan
c) tembaga.
Gambar logam
2. Kayu
Kayu adalah bahan yang berasal dari tumbuhan berkayu, seperti pohon damar, pohon jati, dan pohon cendana. Fungsi kayu dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak diantaranya yaitu : digunakan sebagai tiang atau penyangga atap rumahmu, pembuatan kursi, meja, dll.
Gambar kayu
3. Plastik
Plastik merupakan bahan yang terbuat dari minyak mentah dan diolah secara kimiawi.
Plastik memiliki beberapa sifat, antara lain tidak dapat ditembus air dan mudah dibentuk.
Gambar plastic
4. Karet
Karet merupakan bahan yang berasal dari getah pohon karet. Karet memiliki sifat yang lentur,
elastis, dan tidak dapat ditembus air.
Gambar karet
5. Kaca
Kaca adalah salah satu benda penting yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jendela, cermin, lensa, dan layar televisi salah satu contoh dari benda kaca.
Gambar kaca
BAB V
PERUBAHAN SIFAT BENDA
Perubahan Sifat Benda
Benda dapat mengalami perubahan sifat karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah pemanasan, pendinginan, pembakaran, pembusukan, dan perkaratan.
1. Pemanasan
Pemanasan mengakibatkan benda mengalami perubahan wujud. Benda padat apabila dipanaskan akan berubah menjadi cair misalkan pada es batu yang dibiarkan dibawah terik matahari, dan benda cair apabila dipanaskan akan berubah menjadi uap air misalnya pada saat kita memasak air.
Pemanasan mengakibatkan benda mengalami perubahan wujud. Benda padat apabila dipanaskan akan berubah menjadi cair misalkan pada es batu yang dibiarkan dibawah terik matahari, dan benda cair apabila dipanaskan akan berubah menjadi uap air misalnya pada saat kita memasak air.
2. Pendinginan
Pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Benda cair akan berubah wujudnya menjadi benda padat. misalnya pada es batu yang mula-mula berupa zat cair setelah didinginkan dengan suhu tertentu akan membeku dan menjadi padat.
Pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Benda cair akan berubah wujudnya menjadi benda padat. misalnya pada es batu yang mula-mula berupa zat cair setelah didinginkan dengan suhu tertentu akan membeku dan menjadi padat.
3. Pembakaran
Pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kelenturan, dan bau.
Pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kelenturan, dan bau.
4. Pembusukan
Pembusukan dapat mengakibatkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau.
Pembusukan dapat mengakibatkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau.
5. Perkaratan
Logam seperti besi, dapat mengalami perkaratan apabila terkena air atau uap air dan dibiarkan dalam waktu yang lama. Perkaratan ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh. Perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan.
Logam seperti besi, dapat mengalami perkaratan apabila terkena air atau uap air dan dibiarkan dalam waktu yang lama. Perkaratan ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh. Perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan.
Perubahan Wujud Benda yang Dapat Balik dan Tidak Dapat Balik
1. Perubahan Wujud Benda yang Dapat Balik
Pada perubahan wujud yang dapat balik, benda yang mengalami perubahan dapat kembali ke bentuk semula. Contohnya adalah perubahan pada air. Air jika didinginkan akan menjadi es. Es ini apabila dipanaskan akan kembali menjadi air. Dalam hal ini perubahan air merupakan perubahan wujud yang dapat balik.
Pada perubahan wujud yang dapat balik, benda yang mengalami perubahan dapat kembali ke bentuk semula. Contohnya adalah perubahan pada air. Air jika didinginkan akan menjadi es. Es ini apabila dipanaskan akan kembali menjadi air. Dalam hal ini perubahan air merupakan perubahan wujud yang dapat balik.
2. Perubahan Wujud Benda yang Tidak Dapat Balik
Sebagian besar benda yang mengalami perubahan wujud tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud semula. Apabila kertas dibakar maka kertas menjadi serpihan abu yang berwarna hitam. Serpihan abu yang berwarna hitam ini tidak dapat kembali menjadi kertas. Perubahan wujud kertas merupkan contoh perubahan wujud benda yang tidak dapat balik.
Sebagian besar benda yang mengalami perubahan wujud tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud semula. Apabila kertas dibakar maka kertas menjadi serpihan abu yang berwarna hitam. Serpihan abu yang berwarna hitam ini tidak dapat kembali menjadi kertas. Perubahan wujud kertas merupkan contoh perubahan wujud benda yang tidak dapat balik.








0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda