IPA SD Kelas 5 - Penyesuaian mahluk hidup dengan lingkungan
sumber:http://hikmah-a.blogspot.co.id/2013/10/penyesuaian-diri-makhluk-hidup-dengan.html
MATERI IPA SD KELAS 5
Jumat, 04 Oktober 2013
PENYESUAIAN DIRI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN BAB 5
A. ADAPTASI
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan bentuknya, adaptasi diklasifikasikan menjadi 3, yakni: adaptasi Morfologi (bentuk tubuh), adaptasi Fisiologi ( fungsi kerja tubuh), serta adaptasi tingkah laku (behavioral).
1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi Morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar.
Contoh: aneka jenis paruh dan kaki burung, beragam tipe mulut serangga, aneka ragam jenis akar, batang dan daun pada tanaman.
Adaptasi morfologi pada hewan
a. Burung
Burung memiliki bentuk kaki yang berbeda-beda disesuaikan dengan tempat hidupnya dan jenis mangsa yang dimakannya. Berdasarkan lingkungan dan jenis makanan yang dimakannya, bentuk kaki burung dikelompokkan menjadi lima,
Bentuk paruh burung juga beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk paruh burung sesuai dengan jenis makanannya. Perhatikan keanekaragaman bentuk paruh burung pada tabel 3.2
b. Serangga
Untuk memperoleh makanannya, serangga memiliki cara tersendiri. Salah satu bentuk penyesuaian dirinya adalah bentuk mulut yang bebedabeda sesuai dengan jenis makanannya. Bedasarkan jenis makanan yang dimakannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu mulutpengisap, mulut penusuk, mulut penjilat, dan mulut penyerap.
1) Mulut pengisap
Mulut pengisap pada serangga bentuknya seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Contoh serangga yang memiliki mulut pengisap adalah kupu-kupu. Kupu-kupu menggunakan mulut pengisap untuk mengisap madu dari bunga.
2) Mulut penusuk dan penghisap
Mulut penusuk dan penghisap pada serangga memiliki ciri bentuk yang tajam dan panjang. Contoh serangga yang memiliki mulut penusuk dan penghisap adalah nyamuk. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian menghisap darah. Jadi, selain mulutnya berfungsi sebagai penusuk juga berfungsi sebagai pengisap.
3) Mulut penjilat
Mulut penjilat pada serangga memiliki ciri terdapatnya lidah yang panjang dan berguna untuk menjilat makanan berupa nektar dari bunga, contoh serangga yang memiliki mulut penjilat adalah lebah.
4) Mulut penyerap
Mulut penyerap pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang mirip spons (gabus). Alat ini digunakan untuk menyerap makanan terutama yang berbentuk cair. Contoh serangga yang memiliki mulut penyerap adalah lalat.
c. Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.
d. Bentuk Gigi secara khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.
e. Bentuk Moncong
- Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan.
- Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap.
- Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya.
- Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga
Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan
Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut.
- Xerofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus.
Cara adaptasi xerofit. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.
- Hidrofit. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai.
Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata. Batangnya berongga berisi udara sehingga bias mengapung.
- Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut.
- Daun; Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap.
Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.
- Bunga; Bentuk bunga tumbuhan juga dapat dianggap sebagai adaptasi morfologi. Bentuk bunga ini berkaitan dengan cara penyerbukannya. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu serangga umumnya memiliki warna perhiasan bunga yang menarik.
- Akar; Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.
2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh, sehingga sulit untuk diamati.
Beberapa contoh adaptasi fisiologi
- Adaptasi Fisiologi pada Manusia
- Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah.
- Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan.
- Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni).
- Adaptasi Fisiologi pada Hewan
Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivor (pemakan daging). herbivor memakan tumbuhan), serta omnivor (pemakan daging dan turnbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor:
Sistem Pencernaan Khusus pada hewan Ruminansia
Hewan Ruminansia (pemakan rumput), memiliki tipe pencernaan khusus untuk mencerna rumput-rumputan yang memiliki dinding sel. Hewan ini bisa mencerna makanan di lambung.
Sistem Kerja Tubuh pada Ikan Air Laut
Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini disebabkan kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadara garam air tawar,
sehingga menyebabkan ikan air laut kek Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.
Kecepatan Metabolisme. Ketika berada di daerah dingin , kecepatan metabolism hewan berdarah panas akan meningkat.
- Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan
- Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas.
- Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor. Misalnya. semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya. ( zat alelopati )
3. Adaptasi Tingkah Laku
Penyesuaian Tingkah Laku terhadap Lingkungan
Beberapa jenis hewan ada yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubah tingkah laku. Cara ini selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa. Perhatikan beberapa contoh hewan yang menyesuaikan diri dengan tingkah laku berikut ini!
a. Bunglon
Kalian tentu pernah melihat bagaimana bunglon dapat merubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat ia berada. Ketika berada di pohon yang berwarna coklat maka tubuh bunglon akan berrwarna coklat. Begitu juga ketika ia berada di pohon yang berwarna hijau maka tubuhnya akan berwarna hijau. Perubahan warna tubuh pada bunglon merupakan bentuk penyesuaian diri agar ia terlindung dari musuhnya. Perubahan warna kulit sesuai dengan warna lingkunagannya seperti yang dilakukan olehBunglon dinamakan mimikri.
b. Kalajengking
Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan menggunakan sengatnya. Sengatnya ini mengandung racun yang dapat membunuh musuhnya. Selain kelajengking, hewan lain yang menggunakan zat racun untuk melindungi dirinya dari serangan musuh adalah, kelabang, lebah, dan ular.
c. Cumi-Cumi
Cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya dengan cara menyemburkan cairan, seperti tinta ke dalam air. Hal ini menyebabkan musuh yang menyerangnya tidak dapat melihatnya dan ia dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.
d. Siput
Siput memiliki pelindung tubuh yang keras dan kuat yang disebut cangkang. Hewan jenis ini melindungi diri dari musuhnya dengan cara memasukkan tubuhnya kedalam cangkang. Selain siput, kura-kura, dan penyu juga memiliki cangkang yang digunakan untuk melindungi diri dari musuhnya.
e. Cecak
Cicak merupakan contoh hewan yang ekornya mudah putus. Dalam keadaan bahaya, cicak mengelabuhi musuhnya dengan cara memutuskan ekornya. Kejadian ini dinamakn autotomi. Jika seekor cicak dikejar pemangsa,ekornya secara mendadak putus dan bergerak-gerak sehingga perhatian pemangsa akan tertuju pada ekor yang bergerak-gerak tersebut. Kesempatan itulah yang digunakan cicak untuk menghindarkan diri dari kejaran predator.
f. Ikan paus
Paus adalah mamalia yang hidup di air. Seperti hewan mamalia yang lain, walaupun hidup di air paus bernapas menggunakan paru-paru. Padahal paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari air. Paus dan semua mamalia yang hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen. Mungkin kalian pernah melihat bagaimana perilaku paus lewat siaran televisi. Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbondioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air sehingga terlihat seperti air mancur. Setelah itu paus menghirup udara sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya penuh dengan udara.
g. Hibernasi dan estivasi
Pada musum dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangat langka. Untuk dapat bertahan maka beberapa hewn, misalnya tikus, landak, beruang hitam dan lain-lain melakukan hibernasi, yaitu tidur panjang di musim dingin. Demikian pula untuk hewan yang hidup di daerah guru yang sangat panas dan pada musim kemarau mempunyai perilaku tertentu yang yaitu melakkukan estivasi yaitu tidur panjang di musim kemarau, supaya dapat bertahan hidup di daerah gurun. Misalnya pada kadal, katak, keong, dan lain-lain.
BIO SAINS
Burung pemakan biji tidak memiliki cakar depan untuk memegang biji seperti pada rodentia ( hewan pengerat ) Dia menyelipkan biji pada pohon dan membukanya dengan patukan – patukan
Sumber : Dunia Bintang 1984
Beberapa ikan mengeluarkan kejutan listrik yang lemah untuk menakuti musuhnya.ikan ini akan mengeluarkan kejutan listrik yang dapat melumpuhkan musuhnya bila diserang, seekor belut dapat membuat kejutan beraliran listrik 220 V kejutan ini dapat membuat manusia atau kuda pingsan. Tampaknya kejutan listrik ini merupakan gerakan reflex terhadap bahaya.
SUMBER 2
A. Adaptasi Hewan dengan Lingkungannya
Tujuan hewan beradaptasi dengan lingkungannya adalah untuk mencari makanan dan melindungi diri.
a. Adaptasi Hewan dengan Lingkungannya dalam Mencari Makanan
· Serangga
Bentuk mulut serangga bermacam-macam sesuai dengan jenis makanannya. Bentuk mulut serangga ada Pengisap, penusuk, Pengunyah-Penjilat .
SUMBER 3
Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya yang disebut adaptasi. Ada 3 macam adaptasi yaitu :
1. Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging. Sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan mengunyah makanan.
2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adapatasi fisiologis adalah seperti pada binatang / hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adapatasi fisiologis adalah seperti pada binatang / hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.
Dari ketiga macam adaptasi di atas memiliki fungsi yang sama yaitu untuk bertahan hidup dalam mencari atau mendapatkan makanan dan bertahan hidup dari serangan musuh.Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.
Berikut ini adalah contoh cara beberapa hewan dalam betahan hidup dari serangan musuh :
- Bunglon mengubah warna tubuhnya atau dinamakan juga memikri. Warna tubuh bunglon akan sesuai dengan warna disekitarnya yang bertujuan untuk menipu musuh.
- Kura-kura menyembunyikan kepala dan kakinya dalam tempurung tubuhnya yang sangat keras.
- Ular menggunakan bisanya yang sangat berbahaya untuk membunuh mangsanya dan menakuti lawannya.
- Cumi-cumi dan gurita menyemburkan cairan tinta berwarna hitam dari kantong tinta yang dimilikinya dari dalam tubuhnya.
- Kalajengking menggunakan sengatnya yang mematikan untuk melawan musuh.
- Cicak memutuskan ekornya atau autotomi untuk menipu musuhnya.
- Buaya dengan mulutnya yang penuh dengan gigi tajam dan ekornya yang kuat.
- Belalang kayu yang mirip dengan lingkungannya.
- Belalang sangit akan mengeluarkan bau yang menyengat bila akan ditangkap atau menghadapi suatu bahaya.
- Tubuh trenggiling terbalut oleh sisik yang tebal dan keras. Bila dalam keadaan terancam, akan cepat-cepat menggulungkan tubuhnya mebenbentuk seperti bola.
- Warna kupu-kupu biasanya sesuai dengan warna bunga-bunga disekitarnya
S SUMBER 4
- Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya
Setiap hewan mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menyesuaikan diri dengan lingkungaannya. Penyesuaian diri ini berguna untuk memperoleh makanan dan mempertahankan diri dari musuhnya.
- Penyesuaian Hewan untuk Memperoleh Makanan
Setiap hewan memiliki cara tersendiri dalam memperoleh makanan. Makhluk hidup menggunakan alat-alat tubuhnya untuk memperoleh makanan.
- Burung
Setiap jenis burung makanannya berbeda-beda. Ada yang berupa cairan, biji-bijian, atau daging. Oleh karena itu bentuk paruh setiap jenis burung berbeda-beda.
- Burung pipit mempunyai paruh yang pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi menghancurkan biji.
- Burung elang mempunyai paruh kuat,tajam dan melengkung bagian ujungnya. Paruh ini untuk mencabik mangsanya.
- Bebek mempunyai paruh yang berbentuk sudu. Bentuk paruh ini untuk mencari makanan ditempat becek, berlumpur dan air.
- Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon, atau dalam lubang pohon.
- Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh ini memudahkan burung kolibri menghisap nektar.
Bentuk kaki berbagai burung juga bermacam-macam.
- Kaki burung kakaktua untuk memanjat.
- Kaki ayam untuk mengais tanah
- Burung elang mempunyai kaki yang kuat dan kuku tajam untuk mencengkeram.
- Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger.
- Serangga
Serangga mempunyai alat khusus untuk memperoleh makanan. Misalnya kupu-kupu mempunyai alat penghisap. Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap. Mulut nyamuk berbentuk tabung panjang dan tajam(runcing). Mulut ini untuk menusuk kulit manusia dan hewan.
Jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk mengunyah makanan yang berupa daun.
- Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang dan panas. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah banyak. Air itu disimpan sebagai cairan tubuh. Unta memiliki punuk. Punuk itu berisi cadangan makanan. Jika tidak memperoleh makanan unta akan menggunakan makanan cadangan tersebut.
- Penyesuaian Hewan untuk Melindungi Diri dari Musuh
- Cecak dan Kadal
Cecak dan Kadal memutuskan ekornya bila diserang oleh musuh. Tindakan hewan memutus bagian tubuhnya disebut Autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Ekor yang telah putus pada hewan-hewan itu dapat tumbuh kembali.
- Bunglon
Bunglon dapat merubah warna kulit sesuai dengan lingkungannya. ketika berada di pohon berwarna coklat, bunglon akan berubah menjadi coklat. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri dinamakan mimikri.
- Kalajengking, Lebah, kelabang
Hewan- hewan ini menggunakan sengatnya untuk melindungi diri. Sengat tersebut mengeluarkan zat beracun yang dapat melukai musuh atau pemangsanya.
- Cumi-cumi,Sotong dan gurita
Hewan-hewan ini hidup di laut, ketika diserang musuh hewan ini mengeluarkan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh dan hewan ini melarikan diri.
- Landak
Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat mengahadp bahaya landak mengembangkan durinya. Selain itu landak juga membelakangi musuh, jadi tubuh musuh akan tertusuk duri.
- Walang Sangit
Walang sangit hinggap di dedaunan untuk mencari makan. Walang sangit dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat, bau ini untuk mengusir musuhnya.
- Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya
Tumbuhan juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. tumbuhan mempunyai cara untuk menyesuaikan diri.
- Penyesuaian Tumbuhan untuk Melindungi Diri dari Musuhnya
Tumbuhan memiliki bagian tubuh untuk melindungi diri, bagian tubuh setiap hewan berbeda-beda.
- Bambu
Bambu mempunyai rambut-rambut halus, saat menyentuhnya tangan akan terasa gatal. Rambut halus tersebut menyebabkan gatal-gatal di kulit.
- Bunga mawar, putri malu
Bunga mawar dab putri malu mempunyai duri.duri tersebut untuk melindungi diri dari musuhnya. Duri tersebut dapat melukai hewan yang mengganggunya.
- Pohon nangka, karet,dan bunga kamboja
Jenis tumbuhan ini mampu mengeluarkan getah, getah dapat menempel ke tubuh hewan yang mengganggunya. Getah yang menempel menyebabkan hewan sulit bergerak.
- Buah durian
Kulit buah durian memiliki duri yang sangat tajam. Duri ini sebagai alat pertahanan diri dari musuhnya. Kulit berduri membuat biji yang berada di dalam buah terlindungi. Biji ini digunakan sebagai alat berkembang biak.
- Ciri Khusus Tumbuhan Berdasarkan Tempat Hidupnya
Tumbuhan menyesuaikan diri untuk mempertahankan hidupnya. Tumbuhan yang hidup di air maupun di tempat kering.
- Tumbuhan Air
Teratai, eceng gondok adalah jenis tumbuhan yang hidup di air, tumbuhan tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara yang berbeda-beda.
Teratai akarnya berada di dasar perairan dan batangnya berada. di dalam air. Daunnya menyembul di permukaan, daun tumbuhan teratai lebar dan tipis. Bentuk daun seperti ini dapat memudahkan penguapan.
Tumbuhan enceng gondok akarnya tidak menancap di dasar perairan. Akarnya sangat lebat dan berguna untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbalik. Tumbuhan enceng gondok dapat mengapung di air karena di seluruh batangnya terdapat rongga.
- Tumbuhan Kering
Tumbuhan di daerah kering berhemat dalam menggunakan air. Salah satunya dengan mengurangi penguapan. Jadi air yang keluar dari daun bisa berkurang.
Beberapa tumbuhan mempunyai cara tersendiri untuk mengurangi penguapan. Ada yang menggugurkan daunnya seperti pohon jati dan pohon mahoni.
Sementara itu kaktus menyesuaikan dengan lingkungannya dengan dua cara. Pertama mengubah bentuk daunnya menjadi duri. Kedua batangnya berdaging dan berkulit tebal, batang yang seperti ini untuk menyimpan air. Saat musim hujan kaktus menyerap air sebanyak-banyaknya. Air tersebut disimpan di dalam batang. Cadangan air ini digunakan ketika musim kering.
diposting oleh dwiesuryana @ Oktober 27, 2016 0 Komentar












0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda