Belajar pemrograman web dengan Php - Fungsi-fungsi Array I
Fungsi-fungsi Array di PHP (bagian 1)
Sebelum
kita membahas lebih jauh mengenai fungsi-fungsi array di PHP, terlebih dahulu
PCplus akan mengawalinya dengan membahas apa itu array.
Array
adalah sekumpulan variabel yang mempunyai nama sama tetapi dibedakan oleh
indeks. Array berguna misalnya dalam suatu pemrograman yang memerlukan beberapa
variabel yang akan menampung data dengan tipe data yang sama dan akan mendapat
perlakuan yang serupa. Nah, daripada pusing-pusing memikirkan nama variabel
yang berbeda-beda, lebih baik menggunakan satu nama variabel tetapi
masing-masing dibedakan dengan indeks.
Indeks
dapat berupa angka atau string. Jika indeks array berbentuk angka, maka array
akan disebut indexed array (vector), sedangkan jika indeksnya berupa string,
maka array akan disebut associative array.
Aturan
penulisan sebuah array adalah sebagai berikut:
$nama_array[no_indeks] atau $nama_array[“str_indeks”]
Nama_array
adalah nama variabel yang digunakan sebagai array.
No_indeks
adalah nomor indeks untuk vector array. No indeks dimulai dari nol.
Str_indeks
adalah string yang digunakan sebagai indeks untuk associative array.
Untuk
mendeklarasikan sebuah array dapat digunakan deklarasi eksplisit, artinya
langsung memberi nilai pada sebuah array, contoh:
$arr[1] = 100
$arr[“str”] = 250
Untuk
mengeluarkan nilai variabel array dalam fungsi echo digunakan suatu cara
tersendiri yaitu menggunakan kurung kurawal. Jadi jika dengan variabel biasa dituliskan
sebagai berikut:
Echo “Nilai dari variabel adalah $var”;
Maka jika menggunakan array penulisannya adalah sebagai
berikut:
Echo “Nilai dari variabel array adalah {$arr[1]}”;
Pemakaian
tanda kurung kurawal ini baru dikenal pada PHP 4, sedangkan pada PHP 3, untuk
melakukan hal seperti di atas dapat digunakan metoda penggabungan string
sebagai berikut:
“Nilai variabel array adalah” . $arr[3];
Array yang
memiliki sebuah indeks disebut dengan array berdimensi satu, sedangkan array
dengan indeks lebih dari satu disebut array multi dimensi. Vector array dan
associative array dapat digabungkan menjadi array multi dimensi, jadi indeks
yang digunakan pada tiap dimensi tidak harus sama-sama angka atau sama-sama
string.
Selain
dengan deklarasi eksplisit, array juga dapat dideklarasikan dengan fungsi
array(). Sintaks dari fungsi array() adalah sebagai berikut:
Array(indeks => nilai) atau Array(nilai)
Jika
mengikuti bentuk kedua, maka indeks otomatis akan ditambahkan oleh PHP. Berikut
ini akan diberikan contoh penggunaan fungsi array() dengan berbagai variasinya.
Perhatikan baik-baik:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Array </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
// tanpa menggunakan indeks
$arrayA = array(1,2,3,4,5,6);
foreach($arrayA as $indeks => $nilai) {
echo
"\$arrayA[$indeks] => $nilai";
echo
"<BR>";
}
echo "<BR> <BR>";
// menggunakan indeks tapi tidak urut
$arrayB =
array(1=>1,3=>2,5=>3,4=>4,0=>5,2=>6);
foreach($arrayB as $indeks => $nilai) {
echo
"\$arrayB[$indeks] => $nilai";
echo
"<BR>";
}
echo "<BR> <BR>";
// tidak semua menggunakan indeks,
// php akan otomatis memberi indeks
$arrayC = array(1=>1,2,3,4,0=>5,6);
foreach($arrayC as $indeks => $nilai) {
echo
"\$arrayC[$indeks] => $nilai";
echo
"<BR>";
}
echo "<BR> <BR>";
// array dua dimensi
// dimensi pertama associative
// dimensi kedua vector
$duadim = array(
"buah"
=> array(1=>"apel","nangka","semangka"),
"angka"
=> array(1=>1,2,3),
"bola"
=> array(1=>"Juve","Barca","MU")
);
foreach($duadim as $k => $v) {
$x = 1;
foreach($v
as $x => $y) {
echo
"\$duadim[$k] => \$v[$x] => $y <BR>";
$x++;
}
}
?>
</BODY>
</HTML>
Jika skrip
tersebut dijalankan pada browser, hasilnya akan nampak seperti pada gambar 1.
Selanjutnya
kita akan bahas fungsi-fungsi lain yang digunakan untuk bekerja dengan array.
Fungsi count() dan sizeof()
Kedua
fungsi ini memiliki kegunaan yang sama, yaitu menghitung jumlah elemen yang
dimiliki oleh sebuah array. Sintaksnya
adalah sebagai berikut:
count($array)
sizeof($array)
Contoh:
$a[0] = 1;
$a[1] = 3;
$a[2] = 5;
$jumlah = count($a);
//variabel $jumlah akan bernilai 3
$b[“buah”] = “semangka”;
$b[“sayur”] = “wortel”;
$b[“daging”] = “ayam”;
$b[“utama”] = “nasi”;
$jumlah = sizeof($b);
//variabel $jumlah akan bernilai 4
Fungsi array_push()
Fungsi ini
digunakan untuk menyisipkan elemen baru ke dalam sebuah array. Elemen baru ini
disisipkan pada bagian paling akhir. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Array_push($array,nilai[nilai,...])
Nilai adalah nilai-nilai baru yang akan disisipkan ke dalam
array. Contoh:
$buah = array ("jeruk", "pisang");
array_push ($buah, "apel", "semangka");
// anggota $buah sekarang adalah “jeruk”, “pisang”, ”apel”,
“semangka”
Fungsi array_splice()
Fungsi ini
digunakan untuk mengambil/membuang satu atau beberapa elemen array dan
menggantikannya dengan yang baru. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
array_splice ($array, letak [, panjang [, pengganti]])
Parameter
letak menunjukkan mulai dari elemen ke berapa array tersebut akan
diganti/dibuang. Jika nilainya positif, maka elemen dihitung dari depan, jika
negatif, maka elemen dihitung dari belakang.
Parameter
panjang – jika nilainya positif – menunjukkan jumlah elemen yang akan
diganti/dibuang. Jika negatif, maka jumlah elemen yang tertinggal (tidak
diganti/dibuang) dihitung dari belakang sejumlah nilai parameter panjang. Jika
parameter panjang tidak disebutkan, maka elemen array mulai dari yang
ditunjukkan parameter letak sampai ke elemen terakhir akan diganti/dibuang.
Parameter
pengganti adalah merupakan nilai-nilai yang menggantikan elemen-elemen yang
telah dibuang.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Array </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
echo "Anggota array awal adalah: <BR>";
$input = array ("red", "green",
"blue", "yellow");
print_r($input);
echo "<BR>";
echo "<BR>";
echo "array_splice(\$input,2)";
echo "<BR>";
$input = array ("red", "green",
"blue", "yellow");
array_splice ($input, 2);
print_r($input);
echo "<BR>";
echo "<BR>";
echo "array_splice(\$input,1,-1)";
echo "<BR>";
$input = array ("red", "green",
"blue", "yellow");
array_splice ($input, 1, -1);
print_r($input);
echo "<BR>";
echo "<BR>";
echo "array_splice(\$input,1, count(\$input),
\"orange\")";
echo "<BR>";
$input = array ("red", "green",
"blue", "yellow");
array_splice ($input, 1, count($input), "orange");
print_r($input);
echo "<BR>";
echo "<BR>";
echo "array_splice(\$input,-1,1, array(\"black\",\"maroon\"))";
echo "<BR>";
$input = array ("red", "green",
"blue", "yellow");
array_splice ($input, -1, 1, array("black",
"maroon"));
print_r($input);
?>
</BODY>
</HTML>
Jika
dijalankan pada browser, hasilnya akan nampak seperti gambar 2.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda